Author: Weida Ksatriawarma

  • 4 Mindset Psikologis yang Wajib Dimiliki Sebelum Menabung Bitcoin

    4 Mindset Psikologis yang Wajib Dimiliki Sebelum Menabung Bitcoin

    Secara teknis, kita mungkin sudah paham cara membeli atau menabung Bitcoin. Tapi sering kali yang bikin gagal di tengah jalan justru bukan teknisnya, melainkan psikologinya. Untuk bisa konsisten menabung Bitcoin dalam jangka panjang, kamu butuh fondasi mental yang kuat. Nah, berikut ini empat mindset penting yang bisa jadi pegangan sebelum kamu memulai strategi menabung Bitcoin.

    1. Punya Keyakinan Kuat (Conviction)

    Tanpa keyakinan, gampang banget tergoda buat jual saat harga turun. Padahal Bitcoin adalah aset jangka panjang yang sangat volatil. Maka dari itu, penting banget buat benar-benar memahami apa itu Bitcoin, kenapa ia diciptakan, dan bagaimana potensinya di masa depan. Keyakinan yang solid akan bantu kamu tetap tenang saat market goyang.

    2. Jangan Fokus ke Hasil Cepat

    Kalau kamu menabung Bitcoin, berarti kamu main di jangka panjang. Jangan terjebak mindset pengin cepat cuan. Bisa jadi hasilnya enggak kelihatan dalam waktu dekat, tapi justru besar di beberapa tahun ke depan. Hindari godaan untuk “lompat-lompat” ke aset lain hanya karena merasa nggak ada progres. Pegang prinsip: sabar itu cuan.

    3. Konsisten Lebih Penting dari Timing

    Menjadi konsisten lebih susah dari kelihatannya. Tapi ini salah satu kunci utama keberhasilan dalam strategi menabung Bitcoin. Banyak platform crypto sekarang sudah menyediakan fitur DCA (Dollar Cost Averaging) otomatis, jadi kamu bisa nabung secara berkala tanpa harus mikir timing terbaik. Fokus ke kebiasaan, bukan harga.

    4. Perbesar Income, Jangan All-In

    Bitcoin tetaplah aset berisiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk menabung rutin, pastikan kamu punya penghasilan yang cukup dan dana darurat minimal 6-12 bulan. Jangan sampai kamu “all-in” dan malah panik saat butuh dana cepat. Mindset yang benar adalah: Bitcoin itu pelengkap, bukan segalanya.

    Menabung Bitcoin itu bukan sprint, tapi maraton. Jadi sebelum terjun, pastikan kamu punya mental yang tahan banting dan strategi yang realistis. Siapkan mindset dengan matang, lalu biarkan waktu bekerja untukmu.

    Mulai dari kecil, mulai dari sekarang. Yang penting konsisten.

    Kalau kamu mau belajar lebih lanjut soal strategi DCA dan cara menabung Bitcoin dengan aman, cek juga artikel lainnya di Dewata Solutions.

  • Model AI Reasoning Terbaru OpenAI Justru Makin Sering Halusinasi

    Model AI Reasoning Terbaru OpenAI Justru Makin Sering Halusinasi

    OpenAI Punya Model AI Baru, Tapi Masih Sering “Ngaco”

    OpenAI baru saja meluncurkan model AI terbarunya: o3 dan o4-mini, yang diklaim sebagai model “reasoning” tercanggih sejauh ini. Tapi ada satu masalah besar: model ini justru lebih sering halusinasi dibanding generasi sebelumnya.

    Makin Canggih, Tapi Makin Banyak Ngaco?

    Halusinasi di AI adalah saat model “mengarang” informasi yang salah seolah-olah benar. Ini merupakan salah satu tantangan paling sulit dalam pengembangan AI, dan sejauh ini, setiap model baru biasanya membawa peningkatan akurasi.

    Namun hasil uji internal OpenAI menunjukkan hal sebaliknya. Model o3 dan o4-mini ternyata lebih sering halusinasi dibanding model reasoning lama seperti o1, o1-mini, dan o3-mini. Bahkan, mereka juga kalah dari model non-reasoning seperti GPT-4o dalam hal akurasi.

    OpenAI: Kami Belum Tahu Kenapa

    Dalam laporan teknisnya, OpenAI menyebut masih diperlukan riset lebih lanjut untuk memahami alasan mengapa model reasoning terbaru ini makin sering membuat klaim yang tidak akurat. Di satu sisi, o3 dan o4-mini memang unggul dalam tugas seperti pemrograman dan matematika. Tapi karena model ini membuat lebih banyak pernyataan secara keseluruhan, jumlah klaim yang salah juga ikut meningkat.

    Sebagai contoh, dalam uji PersonQA milik OpenAI, yaitu benchmark internal untuk mengevaluasi pengetahuan model tentang individu, o3 halusinasi pada 33% pertanyaan. Ini hampir dua kali lipat dari o1 (16%) dan o3-mini (14,8%). O4-mini mencatat hasil lebih buruk, dengan tingkat halusinasi mencapai 48%.

    Contoh Halusinasi: “Saya Jalankan Kode di MacBook”

    Penelitian dari Transluce, sebuah laboratorium riset AI nonprofit, juga menemukan bahwa o3 suka mengarang proses yang katanya dilakukan untuk menjawab pertanyaan. Dalam satu contoh, o3 mengklaim telah menjalankan kode di MacBook Pro 2021 di luar ChatGPT, lalu menyalin hasilnya ke jawabannya. Padahal kenyataannya, hal itu tidak mungkin dilakukan oleh model ini.

    Neil Chowdhury, peneliti Transluce yang juga mantan pegawai OpenAI, mengatakan bahwa jenis reinforcement learning yang digunakan untuk seri o mungkin justru memperparah masalah yang biasanya dikurangi oleh proses post-training standar.

    Sarah Schwettmann, co-founder Transluce, menambahkan bahwa tingkat halusinasi yang tinggi pada o3 bisa membuatnya kurang bermanfaat dalam aplikasi dunia nyata.

    Cocok untuk Ngoding, Tapi Masih Banyak Bug

    Meski begitu, beberapa pihak tetap menjajal model ini. Kian Katanforoosh, dosen di Stanford dan CEO startup edukasi Workera, mengatakan bahwa timnya sedang menguji o3 dalam alur kerja pemrograman mereka. Hasilnya cukup positif, namun o3 sering menghasilkan tautan situs web palsu. Link yang diberikan tidak dapat diakses atau tidak relevan.

    Solusi: Tambahkan Fitur Pencarian Web?

    Salah satu pendekatan yang menjanjikan untuk mengurangi halusinasi adalah memberi akses pencarian web ke model. Contohnya, GPT-4o versi browsing mampu mencapai akurasi hingga 90% pada benchmark SimpleQA milik OpenAI. Fitur pencarian seperti ini berpotensi meningkatkan keakuratan model reasoning, setidaknya jika pengguna bersedia agar prompt mereka diproses melalui layanan pihak ketiga.

    Namun jika setiap peningkatan kemampuan reasoning justru memperburuk tingkat halusinasi, tantangan ini bisa menjadi masalah besar untuk pengembangan AI ke depan.

    “Mengatasi halusinasi di semua model kami masih menjadi fokus utama dalam riset, dan kami terus bekerja untuk meningkatkan akurasi serta keandalannya,” ujar juru bicara OpenAI, Niko Felix, kepada TechCrunch.

    Kesimpulan: Makin Pintar, Tapi Belum Bisa Diandalkan 100%

    Dalam satu tahun terakhir, industri AI mulai beralih ke pengembangan reasoning model karena teknik pada model tradisional mulai mengalami penurunan efektivitas. Reasoning dianggap bisa meningkatkan performa tanpa perlu pelatihan data dan komputasi yang sangat besar. Tapi kalau efek sampingnya adalah makin banyak informasi palsu, ini jadi trade-off yang harus dicari solusinya segera.

    Source: Tech Crunch

  • Apa Itu HTML dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Apa Itu HTML dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa standar untuk membuat halaman web. Dengan HTML, kamu bisa menentukan struktur konten di website, seperti judul, paragraf, gambar, tautan, tabel, dan elemen lainnya.

    HTML bukanlah bahasa pemrograman seperti Python atau JavaScript, melainkan bahasa markup. Artinya, HTML digunakan untuk menandai bagian-bagian dari sebuah dokumen agar browser tahu cara menampilkannya.

    Struktur Dasar Dokumen HTML

    Setiap halaman HTML biasanya terdiri dari struktur berikut:

    <!DOCTYPE html>
    <html>
      <head>
        <title>Judul Halaman</title>
      </head>
      <body>
        <h1>Selamat Datang!</h1>
        <p>Ini adalah paragraf pertama Anda.</p>
      </body>
    </html>
    

    Penjelasan singkat:

    • <!DOCTYPE html>: Mendefinisikan jenis dokumen (HTML5).
    • <html>: Tag utama yang membungkus seluruh isi dokumen.
    • <head>: Berisi informasi meta, judul halaman, link CSS, dan lainnya.
    • <title>: Judul yang muncul di tab browser.
    • <body>: Bagian utama yang berisi semua konten yang terlihat oleh pengguna.

    Elemen Penting HTML yang Wajib Diketahui

    Elemen HTMLFungsi
    <h1><h6>Judul dari level 1 (besar) sampai 6 (kecil).
    <p>Menambahkan paragraf.
    <a href="...">Membuat tautan (link).
    <img src="..." alt="...">Menampilkan gambar.
    <ul>, <ol>, <li>Daftar tidak berurutan (ul), berurutan (ol), dan item daftar (li).
    <div>, <span>Elemen pembungkus untuk styling dan layout.

    Cara Memulai Membuat HTML

    Langkah 1: Siapkan Text Editor

    Kamu bisa mulai menulis HTML menggunakan text editor seperti:

    • Visual Studio Code (disarankan)
    • Sublime Text
    • Notepad++

    Untuk pemula, Visual Studio Code sangat cocok karena ringan, gratis, dan memiliki banyak ekstensi.

    Langkah 2: Buat File HTML

    1. Buka text editor.
    2. Buat file baru dan simpan dengan nama index.html.
    3. Tulis kode HTML dasar (lihat contoh di atas).
    4. Simpan, lalu buka file tersebut dengan browser seperti Chrome.

    Tips Menulis HTML yang Baik

    1. Gunakan struktur yang rapi dan indentasi agar kode mudah dibaca.
    2. Tambahkan komentar (<!-- Ini komentar -->) untuk penjelasan di dalam kode.
    3. Gunakan atribut alt pada gambar agar ramah SEO dan aksesibel.
    4. Jangan lupa uji hasil kode di berbagai browser.

    Kesimpulan

    HTML adalah pondasi dari semua halaman web di internet. Dengan memahami HTML, kamu membuka pintu untuk mempelajari CSS, JavaScript, dan pengembangan web secara keseluruhan. Tidak butuh alat mahal atau skill tingkat tinggi untuk memulainya — cukup dengan komputer, text editor, dan semangat belajar!

  • Bitcoin Itu Bukan Penipuan, Ini Alasannya

    Bitcoin Itu Bukan Penipuan, Ini Alasannya

    Pernah dengar kata Bitcoin? Ada yang bilang itu uang ajaib, ada juga yang curiga itu penipuan. Tapi sebenarnya… Bitcoin itu bukan scam! Yuk kita bahas pelan-pelan, pakai bahasa yang gampang!

    🧩 Apa Itu Bitcoin?

    Bayangin kamu punya uang digital yang nggak bisa dipegang, tapi bisa dikirim ke siapa aja lewat internet. Nah, itu dia Bitcoin! Diciptakan tahun 2009 oleh orang misterius bernama Satoshi Nakamoto.

    Tapi karena bentuknya digital dan nggak ada kantor pusat, banyak yang bingung dan curiga. Padahal justru itu kekuatannya.

    🚫 Kenapa Bitcoin Bukan Penipuan?

    1. Nggak Ada Bos Besar

    Bitcoin itu kayak permainan tim yang semua orang bisa ikut. Nggak ada satu orang pun yang ngatur atau pegang kendali. Nggak kayak penipuan Ponzi yang butuh orang baru biar yang lama bisa untung.

    2. Semuanya Terbuka

    Semua kode dan transaksi Bitcoin bisa dicek oleh siapa aja. Bayangin kamu bisa buka buku kas seluruh dunia secara online. Kalau penipuan, pasti datanya disembunyikan, kan?

    3. Nggak Janji Untung

    Bitcoin nggak pernah janji kamu bakal kaya. Harganya naik-turun tergantung berapa banyak orang yang mau beli atau jual. Kalau ada yang bilang, “Pasti untung!”, itu baru perlu dicurigai.

    🔐 Bitcoin Aman Karena Teknologi Canggih

    Bitcoin dijaga oleh rumus matematika yang super kuat. Gampangnya:

    ✍️ Ada Tanda Tangan Digital

    Setiap transaksi punya “tanda tangan rahasia”. Cuma pemilik Bitcoin yang bisa tanda tangan ini. Orang lain bisa lihat, tapi nggak bisa meniru atau memalsukan.

    ⛓ Ada Buku Catatan Raksasa (Blockchain)

    Semua transaksi dicatat di satu buku digital bernama blockchain. Isinya bisa dilihat semua orang, dan nggak bisa dihapus atau diganti. Jadi nggak bisa curang.

    🧠 Ada Penjaga yang Kerja Keras (Proof of Work)

    Sebelum transaksi dicatat, komputer-komputer di seluruh dunia harus selesaikan teka-teki matematika. Kalau berhasil, transaksi masuk ke blockchain. Jadi, semua transaksi valid karena disaring dulu.

    💸 Jumlah Bitcoin Terbatas, Anti-Inflasi

    Berbeda dari uang kertas yang bisa dicetak terus oleh bank, Bitcoin cuma ada 21 juta. Jadi makin langka, makin berharga.

    Setiap 4 tahun, hadiah untuk penambang Bitcoin juga dibagi dua. Ini namanya halving. Tujuannya biar nggak kebanyakan Bitcoin beredar.

    🌍 Diakui Banyak Negara dan Perusahaan

    Bitcoin udah dipakai dan diakui secara resmi di berbagai tempat:

    • Tesla pernah terima Bitcoin buat beli mobil
    • El Salvador menjadikannya uang resmi
    • Negara seperti Jepang, Jerman, dan AS mengatur Bitcoin sebagai aset digital legal

    Kalau itu scam, mana mungkin negara sampai ikut pakai?

    🎓 Kesimpulannya: Bitcoin Bukan Scam!

    Bitcoin bukan penipuan, karena:

    ✅ Tidak dikendalikan satu pihak
    ✅ Menggunakan matematika dan kriptografi yang aman
    ✅ Semua transaksi transparan dan bisa dicek
    ✅ Sudah diakui di seluruh dunia
    ✅ Tidak menjanjikan keuntungan palsu

    Scam biasanya jalan karena orang nggak ngerti. Bitcoin justru ngajak semua orang buat ngerti dan terlibat.

  • OpenAI Gagal Akuisisi Cursor, Beralih ke Windsurf Senilai $3 Miliar

    OpenAI Gagal Akuisisi Cursor, Beralih ke Windsurf Senilai $3 Miliar

    Ketika kabar bahwa OpenAI sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan AI coding Windsurf senilai 3 miliar dolar AS tersebar, banyak orang yang mengikuti industri ini langsung bertanya-tanya: “Mengapa tidak membeli Anysphere, pembuat Cursor, saja?”

    Padahal, OpenAI Startup Fund sudah menjadi investor di Anysphere, perusahaan di balik Cursor, sejak putaran pendanaan awal mereka pada akhir tahun 2023. Anysphere sendiri sering dikenal dengan nama produknya, yaitu Cursor. Menurut laporan CNBC, OpenAI sebenarnya sudah sempat mendekati Anysphere pada tahun 2024 dan kembali mencoba di awal tahun ini untuk membahas kemungkinan akuisisi. Namun, pembicaraan tersebut tidak mencapai kesepakatan. Sebaliknya, Anysphere kini sedang menjajaki pendanaan baru dengan valuasi sekitar 10 miliar dolar AS, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg bulan lalu.

    Langkah OpenAI yang kemudian memilih melanjutkan pembicaraan akuisisi dengan perusahaan pembuat asisten coding lainnya menunjukkan betapa pentingnya bagi perusahaan pembuat ChatGPT ini untuk menguasai pangsa pasar pembuatan kode. Windsurf saat ini menghasilkan pendapatan berulang tahunan (ARR) sekitar 40 juta dolar AS, menurut laporan TechCrunch pada Februari. Sementara itu, Cursor dari Anysphere dilaporkan memiliki ARR sekitar 200 juta dolar AS.

    Meskipun OpenAI baru saja meluncurkan agen Codex CLI, yang juga mampu menulis dan mengedit kode, upaya akuisisi terhadap Windsurf menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak ingin menunggu sampai produk mereka sendiri berhasil mendapatkan cukup banyak pengguna.

    Source: Tech Crunch

  • CEO Nvidia Kunjungi China Pasca Larangan Ekspor Chip oleh AS

    CEO Nvidia Kunjungi China Pasca Larangan Ekspor Chip oleh AS

    CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini melakukan kunjungan ke Beijing, China, setelah pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump melarang perusahaan teknologi tersebut mengekspor chip ke China.

    Larangan ini menyebabkan potensi kerugian besar bagi Nvidia, khususnya pada produk chip AI H20 mereka. Diperkirakan, Nvidia bisa mengalami kerugian hingga USD 5,5 miliar akibat kebijakan tersebut.

    Pasar China, khususnya dalam bidang teknologi, merupakan segmen krusial bagi Nvidia. Banyak perusahaan teknologi di China saat ini tengah berupaya mengembangkan chip AI mereka sendiri.

    Sebagai informasi tambahan, sejak tahun 2022, pemerintah AS telah membatasi ekspor chip paling canggih milik Nvidia dan perusahaan serupa ke China. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat membuat China unggul dalam sektor militer dibandingkan AS.

    Source: Akademi Crypto